Puncak Gunung Tertinggi Di Indonesia yang Kalian Wajib Tahu!

Ilustrasi gunung tertinggi di Indonesia Ilustrasi gunung tertinggi di Indonesia

Indonesia memang tidak pernah lepas dengan pesona alamnya, disini kami akan membahas tentang pesona alam yang indah dalam bentuk pegunungan tertinggi yang ada di Indonesia. Nah, sebelumnya ada beberapa gunung yang berasal dari Papua [ Puncak Jaya Wijaya, Puncak Mandala, Puncak Trikora ] dan JAmbi, Sumatera Barat [ Gunung Kerinci ]. Maka kali ini kami berikan beberapa diantaranya yang berasal dari NTB [ Nusa Tenggara Barat ], Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Semuanya pembahasan ini kita dimulai dari :

Gunung Tertinggi di Nusa Tenggara Barat - Rinjani

Nama gunungnya adalah Rinjani, dimana ketinggiannya mencapai angka 3.726 mdpl di Lombok - NTB. Apabila kalian menjadi seorang pendaki yang berhasil menaklukan gunung ini, maka pemandangan yang menakjubkan bisa kalian dapatkan hanya dengan mata telanjang saja. Topografi gunungnya yang unik rupanya menyimpan kaldera seluas 3.500 x 4.800 m, yang mana akan segera memiliki anak ( campuran dari laut & danau ) tepat di bagian tengahnya dengan luas mencapai 11.000.000 m2 dan kedalaman sekitar 230 m. 

Puncak Gunung Rinjani sudah menjadi salah satu spot terfavorit bagi sebagian besar pendaki, yang mana gung tersebut juga sudah masuk ke dalam objek wisata andalan “ Taman Nasional Gunung Rinjani “. Tak hanya itu saja, Rinjani sudah masuk ke dalam gunung Vulkanik ke 2 tertinggi di Indonesia yang amat beautifull. Jadi sangat wajar, jika gunung tersebut sudah banyak diincar oleh para pendaki dalam maupun luar negeri. Apabila kalian tertarik, maka segeralah mendaki melalui 4 jalur yang terdiri dari : Timbanuh di Lombok Timur - Sembalun di Lombok Timur - Aik Berik di Lombok Tengah dan Senaru di Lombok Utara.

Gunung Tertinggi di Jawa Timur - Semeru

Semeru sudah menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa, ketinggiannya saja mencapai 3.676 mdpl yang letaknya berada persis di kabupaten Malang & Lumajang, Jawa Timur. Gunung Semeru dikenal baik memiliki kawah bernama Jonggring Saloko, yang mana memiliki gas beracun persis di atas puncaknya. Mungkin sebagian di antara kalian tidak asing mendengar kisah aktivis Indonesia bernama Drs. Soe Hok Gie yang ditemukan meninggal dunia di gunung ini, alasannya yakni karena menghirup gas beracun yang berada di Gunung Semeru.

Semeru juga sudah dikelilingi oleh 4 kawasan hutan yang terdiri dari : Dipterokarp Bukit - Dipterokarp Atas - Montane dan juga Ericaceous atau dikenal dengan nama Hutan Gunung. Dengan kalian mendaki Gunung Semeru, maka nantinya kalian mendapatkan kesempatan untuk bisa melihat secara langsung Pohon Akasia, Pohon Cemara, Pohon Pinus, Tumbuhan Edelweis Putih dan juga Anggrek Endemik. Tak hanya itu saja, ada juga fauna cantik nan indah layaknya Kumbang, KIjang, Luwak, Kancil, hingga Budeng di kawasan Semeru. Bahkan tak tanggung-tanggung, saat kalian berada di Ranu Kumbolo, kalian akan menemukan Belibis yang hidup liar disana. Oh iya, Iklim dari Gunung Semeru ini masuk ke dalam tipe B atau tipe Schmidt dan Ferguson dengan curah hujan 927 mm mencapai 5.498 / tahunnya.

Gunung Tertinggi di NTB - Sanggar

Nama gunung ini adalah Sanggar. Mungkin diantara kalian ada yang baru mendengar nama gunung ini ? Bagi yang belum tahu, gunung ini masih memiliki letak sama dengan Gunung Rinjani dan berada tepat pada ketinggian 3.492 mdpl. Walau gunung Sanggar tidak begitu populernya seperti gunung-gunung sebelumnya, namun gunung tersebut mampu memberikan suguhan pesona yang tidak kalah menakjubkannya. So, masukan gunung ini ke dalam list kalian mulai dari sekarang ya !

Gunung Tertinggi di Sulawesi Selatan - Rantemario

Saatnya kita mendaki ke Gunung Rantemario, dimana gunungnya berada persis di Sulawesi Selatan dan letaknya tepat di pegunungan Latimojong, Barat Sulawesi yang bersebelahan dengan Selatan wilayah dari Tana Toraja. Puncak dari gunungnya sendiri unik, yakni datar. Sebab itulah, nama gunungnya menjadi Rante Mario. Tak hanya itu saja, perihal puncaknya yang mendatar memberikan penjelasan juga atas perbedaannya dengan gunung berapi lainnya. Rantemario memiliki posisi tidak jauh dari jalan Makassar, yang mana telah menjadi jalur ramai bagi kebanyakan pendaki. Hanya saja, jalur pendakian untuk sampai ke puncak utamanya terhitung sulit.

Jika kalian tertarik mendaki gunung ini, maka nantinya mampu melewati 8 post pada pendakian yang mana di setiap tempatnya memiliki mark ( tanda ) dan area terbuka untuk memasang tenda peristirahatan. Demi mencapai tiap-tiap post, maka para pendaki bisa menghabiskan waktu kurang lebih 30 hingga 60 menit lamanya. Jadi, total masuk ke 8 post tersebut sekitar 8 jam. Selain gunung-gunung tersebut, maka kalian juga bisa mencoba untuk mendaki Gunung Rantekombola di Sulawesi Selatan dan Gunung Slamet di Jawa Tengah.