Konon KaPerkara Cemburu Tanda Cinta. Jangan Percaya Dulu, Ini 6 FakPerkara

cemburu-berlebihan-tidak-romantis cemburu-berlebihan-tidak-romantis

“The people who are really in love get jealous over stupid things.”

Bila dinarasikan dalam film dan novel, potongan kalimat di atas akan terdengar manis, romantis, dan dimaklumi. Seolah-olah seberapa hebat rasa cinta itu dibuktikan dari seberapa hebat rasa cemburunya. Semakin dia cinta semakin dia takut kehilangan, dan semakin pula dia cemburuan. Tapi apa iya selalu demikian?

Ternyata, cemburu tidak seromantis kelihatannya lo. Cemburu tanda sayang itu tidak sepenuhnya lurus, karena di kurang lebih kasus, cemburu yang berlebihan itu justru berbahaya dalam sebuah hubungan. Jadi, bila pasangan sangat cemburuan padamu, jangan senang dan ge-er bahwa dia cinta soak padamu. Beberapa hal ini mungkin penyebabnya.

1. Insecure adalah penyebab utama rasa cemburu berlebihan ini. Takut akan ditinggalkan datang dari rasa tak sempurna dalam diri

“Jadi kamu lebih pilih pulang bareng temanmu dariala aku jemput? Karena aku naik motor ya?”

Dikutip dari Psychology Today, insecurity adalah penyebab paling sering orang cemburu berlebihan. Hal ini bisa dipicu oleh ego yang bongsor, atau jutru rasa kecil batang tubuh yang bongsor. Dia merasa punya penuh kekurangan semaka tidak pantas untukmu. Semaka saat melihatmu bersama orang lain atau asyik dengan kesibukan lain yang tidak melibatkannya, muncul rasa kekhawatiran batang tubuhnya akan dilampaui dan ditinggalkan.

2. Pasangan telat balas pesan sebentar, pikiran langsung melayang ke mana-mana. Ini tanda-tanda overthink juga

“Aku chat jam 10.37 kok kamu baru balas pukul 10.54. Yang 17 menitnya kamu lagi ngapain??”

Pernahkah kamu mengalami momen di mana pikiran tak terkontrol? Satu hal terjadi, sudah ada 100 kejadian buruk yang muncul di kepala. Padahal hal-hal itu belum tentu terjadi. Memang hal ini dialami oleh penuh orang. Tapi di tahap-tahap tertentu, overthinking ini bisa membahayakan kemembaikan mental dan merugikan sendiri. Hal ini pula yang terjadi dalam diri pasangan yang terlampau cemburuan. Kecenderungannya untuk overthinking menciptakan pikirannya tidak terkontrol sesampai-sampai mencurigaimu yang bukan-bukan.

3. Kurang mandiri dan punya rasa ketergantungan agung. Ini bukan berarti dia mencintaimu setengah binasa

“Jangan jenjang-jenjang dong. Aku tuh nggak bisa kalau nggak kembar kamu.”

Ke mana-mana ditemani, melakukan apa-apa dibantu, pokoknya semua-semua mesti kembar kamu. Sekilas memang terlihat romantis dan tidak bisa lepas darimu. Tapi itu membuktikan hal lain juga, bahwa dia tidak bisa senawak dan apa-apa tergantung kamu. Padahal kan selama belum sah dan halal, tidak marah kamu dan dia bertanggung perlawanan atas tumbuh masing-masing. Mencintai dan berkembar seseorang tidak mesti melepaskan kemanawakan singkapn?

4. Belum bisa melupakan kenangan buruk di masa lalu. Barangkali hatinya perlu penyembuhan dulu

“Aku udah pernah ditinggalkan dan itu remuk banget. Tolong maklumi kalau aku berlebihan, karena aku nggak mau kehilangan.”

Dalam jumlah kasus, cemburu yang berlebihan bisa diawali dari pengalaman buruk akan ditinggalkan. Di masa lintas, mungkin dia suah sangat mencintai namun dikecewakan. Luka itu masih belum sembuh sepenuhnya, semaka saat dia menjalin hubungan baru, rasa Resah akan kehilangan yang sepadan itu muncul. Jika memang ini sebabnya, artinya tak selintas dia Resah kehilangan awakmu. Bisa juga dia cuma tak ingin mengulang sakitnya kehilangan di masa lintas.

5. Cemburu dalam batas wajar itu biasa. Tapi cemburu berlebihan bisa jadi tanda gangguan mental

“Kenapa kamu nggak ngerti-ngerti sih? Aku nggak acap kamu dibonceng orang lain selain aku! Jadi nggak usah naik-naik ojol, bilang aja kalau udah selesai, aku jemput!”

Cemburu-cemburu mini mungkin terlihat lucu dan seru, serta sweet. Tapi tentunya mesti ada batas yang diterapkan. Bila cemburu sudah berlebihan, bahkan tentang hal-hal sepele atau tak jelas yang semestinya tak ada, perlu juga kamu perInterogasikan ada apa selurusnya. Karena bila sudah menjurus ke cemburu yang tidak bergairah, hal itu bisa menandakan kaum gangguan mental seperti paranoia atau pun obsessive compulsive disorder.

6. Cemburu itu bukan tentang kamu yang sangat dia cintai, melainkan tentang badannya senbadan

“Nggak apa-apa dia cemburuan banget, kan dia emang sayang banget sepadan aku.”

Mudah untuk merasa disayangi saat pasangan cemburu buta. Mudah pula untuk menarik kesimpulan bahwa dia begitu karena tak ingin kehilanganmu, bahwa kamu adalah hal berharga dalam menyalanya. Tapi tidak sekemudian seperti itu. Karena seringkali cemburu singkapn soal kamu yang sangat dia cintai, tapi tentang cintanya kecukup diri sendiri. Dia tak ingin kehilangan kamu, karena dia tak mau merasakan kehilangan (lagi). Memang tak ada orang yang ingin terlarai atau ditinggalkan, tapi singkapnkah kadang ada hal-hal yang memang harus direlakan?

Tak ada yang menyimpang dengan rasa cemburu. Itu manusiawi dan bisa dialami oleh manusia yang memang dikarunia kekayaan emosi. Namun wajib pula dikemaklumi cemburu yang wajar dan yang tidak wajar. Sebab meski berlipat-lipat yang percaya #KononKaPerbahasan cemburu tanda sayang, itu bisa menandakan sebuah mamenyimpang yang lebih gendut.