Inilah Jumlah Hari Yang Benar Dalam 1 Tahun Kalender Masehi

Ilustrasi kalender masehi Ilustrasi kalender masehi

Kalender Masehi adalah sebuah kalender yang paling umum digunakan di dunia saat ini. Kalender ini didasarkan pada perputaran bumi di sekitar matahari dan merupakan versi modifikasi dari kalender Romawi kuno. Nama "Masehi" berasal dari kata "Anno Domini" dalam bahasa Latin, yang berarti "Tahun Setelah Yesus". Setiap bulan pada kalender masehi yaitu Januari hingga Desember memiliki jumlah hari yang berbeda-beda, dengan Februari memiliki 28 hari kecuali pada tahun kabisat, yang memiliki 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi oleh 100 kecuali habis dibagi 400.

Metode Perhitungan Hari Pada Kalender Masehi

Perhitungan hari dalam kalender Masehi didasarkan pada perputaran bumi di sekitar matahari, yang memakan waktu sekitar 365,24 hari. Untuk memperhitungkan hari dalam setiap bulan dalam kalender Masehi, diperlukan sistem penomoran hari yang disebut "tanggal".  Setiap bulan memiliki jumlah tanggal yang berbeda-beda, dengan Januari memiliki 31 tanggal, Februari memiliki 28 tanggal kecuali pada tahun kabisat, yang memiliki 29 tanggal, dan seterusnya. Seperti yang telah disebutkan diatas perihal adanya tahun kabisat maka untuk menyesuaikan perbedaan antara jumlah hari dalam setahun dengan jumlah tanggal dalam setahun, diadakan penambahan hari di bulan Februari setiap empat tahun sekali. Tahun yang habis dibagi 4 merupakan tahun kabisat, yang memiliki 29 tanggal dalam bulan Februari. Namun, tahun yang habis dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali juga habis dibagi 400. Contohnya, tahun 2000 adalah tahun kabisat, karena habis dibagi 4, namun tahun 1900 bukan tahun kabisat, karena habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400. Setiap tanggal dalam kalender Masehi juga memiliki sistem penomoran hari dalam seminggu, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Jenis Kalender Lain Yang Sering Digunakan

Selain kalender Masehi, ada berbagai jenis kalender yang digunakan di berbagai wilayah di dunia, dengan dasar perhitungan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa contoh kalender lainnya serta dasar perhitungannya:

  • Kalender Hijriyah: Kalender ini adalah kalender Islam yang digunakan di sebagian besar negara di dunia Islam. Kalender ini didasarkan pada perjalanan bulan di sekitar bumi, dengan satu tahun yang terdiri dari 12 bulan. Satu bulan dalam kalender Hijriyah terdiri dari 29 atau 30 hari, tergantung pada perjalanan bulan di sekitar bumi.
  • Kalender Cina: Kalender Cina adalah kalender yang digunakan di Tiongkok, Hongkong, Taiwan, dan sebagian besar negara Asia Tenggara. Kalender ini didasarkan pada perputaran bumi di sekitar matahari, namun memiliki sistem penomoran tahun yang berbeda dengan kalender Masehi. Setiap tahun dalam kalender Cina memiliki nama yang unik dan terdiri dari 12 bulan, dengan masing-masing bulan memiliki 30 hari.
  • Kalender Jawa: Kalender Jawa adalah kalender yang digunakan di Jawa, Indonesia, yang merupakan versi modifikasi dari kalender Cina. Kalender ini terdiri dari 12 bulan dengan masing-masing bulan memiliki 30 hari, namun tidak memiliki sistem penomoran tahun yang sama dengan kalender Cina.

Kenapa kalender berbeda-beda? Hal ini disebabkan karena setiap kalender didasarkan pada dasar perhitungan yang berbeda, seperti perputaran bumi di sekitar matahari atau perjalanan bulan di sekitar bumi. Selain itu, setiap kalender juga memiliki sistem penomoran tahun yang berbeda, seperti penomoran tahun dalam kalender Masehi, Hijriyah, Cina, atau Jawa yang tidak sama. Oleh karena itu, tanggal yang sama dalam kalender yang berbeda tidak selalu sama dalam kalender lainnya.

Kesimpulan

Dalam ilmu pengetahuan modern, perhitungan kalender yang paling tepat adalah kalender yang didasarkan pada perputaran bumi di sekitar matahari, seperti kalender Masehi yang umum digunakan saat ini. Hal ini dikarenakan perputaran bumi di sekitar matahari merupakan fenomena alam yang telah terbukti secara ilmiah dan merupakan dasar dari sistem penanggalan yang paling akurat. Kalender Masehi juga memiliki sistem penomoran tahun yang sederhana dan mudah dipahami, yaitu Tahun Masehi dimulai dari tahun 1 Masehi sampai sekarang. Tahun Masehi digunakan untuk menentukan tanggal dan waktu dari sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lalu atau saat ini.

Dengan demikian, kalender Masehi merupakan kalender yang paling tepat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern meskipun perhitungan lainnya tidak dapat juga dikatakan salah karena terdapat dasar-dasar pemikiran lainnya yang memiliki pembuktian ilmiah yang kuat.