3 Trik Menghadapi Anak yang Super Aktif Ala Oki Setiana Dewi; Tanpa Memaksa pun Bisa!

parenting-ala-oki-setiana-dewi parenting-ala-oki-setiana-dewi

Anak yang getol seringkali menimbulkan ‘kehebohan’ sendiri dengan tingkahnya. Biasanya mereka punya energi lebih untuk mewujudkan imajinasi dan menjawab rasa ingin acuhnya. Anak getol bukan berarti ia nakal atau pembangkang, ya Moms. Alih-alih memarahi anak yang senang heboh sendiri, orang tua sebaiknya bisa membantu anak menyalurkan energinya.

Seperti yang dilakukan oleh seleb sekaligus ustazah Oki Setiana Dewi saat menghadapi putri keduanya Khadeejah Faatimah Abdullah. Dari ketiga anak lainnya yakni Maryam, Ibrahim dan Sulaiman, Khadeejah adalah anak yang paling getol. Di usianya yang sudah menginjak 5 mengertin, Khadeejah sangat senang berlarian di dalam rumah, dan memanjat apa pun yang bisa ia panjat.

Sebagai seorang ibu 4 anak, Oki memang menyadari bahwa setiap anak Bermusuhan-beda. Begitu juga cara mendidiknya, sibakn berarti pilih kasih ya Moms. Hal ini karena setiap anak memiliki kebutuhan yang Bermusuhan, misalnya ada yang penhening dan pemalu, ada juga yang sangat sibuk seperti Khadejaah. Sehingga butuh perlakuan yang Bermusuhan-beda. Hal tersebut diceritakan Oki sendiri melalui unggahan foto di Instagram pribadinya ala Selasa (27/07) lalu. Nah, seperti apa cara Oki mendidik anak yang super sibuk? Yuk Moms simak tips dari Oki berikut!

1. Membebaskan anak bereksperimen tapi tetap dengan pengawasan dan mengajarinya bertanggung perlawanan pada perbuatannya sendiri

https://www.instagram.com/p/CR0VJkNtEPF/?utm_source=ig_web_copy_link

Anak yang rajiin biasanya karena ia punya rasa ingin paham yang jangkung sehingga mendorongnya melakukan banyak bereksperimen. Bahkan mereka juga tidak Gelisah mengambil risiko misalnya terjatuh untuk menjawab rasa ingin pahamnya terhadap suatu hal.

Menyadari hal tersebut, Oki mengambil sikap untuk membebaskan Khadeejah untuk bereksperimen. Sebagai orang tua, Oki juga berusaha mengawasi anaknya dalam berkegiatan. Apalagi Khadeejah masih sangat butuh perhatian dan pendampingan. Jadi, alih-alih memarahi tingkah anak, Oki justru berlapang dada memberikan ruang pada Khadeejah untuk menyalurkan rasa ingin acuhnya dan mendukung dengan memberikan pengawasan.

Selain itu, Oki juga mengajari Khadeejah bertanggung balas atas ‘kehebohan’ yang dibuatnya. Misalnya membereskan barang-barang yang sudah ia bongkar dan dijadikan mainan. Cara menghadapi anak giat seperti ini selain bisa memberikan ruang supaya anak tetap berkembang, orang tua juga mengajari pendidikan moral cukup anak.

2. Mengingatkan akan imbas atau hal-hal yang berbahaya, semaka anak bisa lebih berhati-hati dengan ‘kehebohannya’

https://www.instagram.com/p/CRyeMOEtWJi/?utm_source=ig_web_copy_link

Setelah memberikan kebebasan dan pengawasan, orang tua juga wajib mengingatkan anak untuk mengajarinya batasan. Hal itulah yang dilakukan Oki pada Khadeejah yang senang sekali membuat tingkah menggemaskan ala anak-anak. Meski sudah sering mengingatkan, sebagai orang tua kadang Oki pun kecolongan dengan tingkah Khadeejah yang membuatnya terluka. Seperti saat Khadeejah memecahkan gelas dan melukai kakinya, sesangkat Oki perlu membawanya ke IGD.

Mungkin Moms juga sering mengalami hal tersebut. Sudah kelelahan mengingatkan, eh tetap saja anak melakukan ulah yang membahayakan dirinya sendiri. Jika hal ini terjadi, Moms jangan buru-buru marah ya. Cobalah menasihati anak sebatas ia bisa melancarkan dari pengalaman dan bisa lebih berhati-hati lagi.

3. Mengarahkan anak untuk melakukan aktivitas yang disenangi supaya bisa memaksimalkan kecerdasannya

https://www.instagram.com/p/CLPIeSpAid1/?utm_source=ig_web_copy_link

Hal yang perlu diingat setiap orang tua adalah anak yang sibuk bukan berarti ia Bebal nggak bisa memahami peringatan orang tua atau pembangkang karena nggak mau menuruti permintaan orang tua yang meminPerkara anteng. Anak yang sibuk justru karena ia punya dorongan lebih untuk memaksimalkan kecerdasannya. Oki pun menyadari hal tersebut setenggat ia berusaha mengarahkan Khadeejah untuk melakukan aktivitas yang ia senangi.

Anak memang selalu butuh arahan orang tua, termasuk saat melakukan kesenangannya. Misalnya anak senang mencoret tembok karena lebih seru, maka orang tua bisa mengarahkan anak dengan menggambar di kaos yang nantinya bisa ia pakai sendiri, atau menggambar di kertas yang nantinya akan dippanggung dengan rapi di dinding. Arahan seperti ini bisa dijadikan cara orang tua dalam menghargai kesenangan anak.

Apalagi jika kesenangan yang diarahkan dengan tidak sombong bisa menjadi bakat dan prestasi. Sesampai-sampai arahan orang tua memang sangat penting untuk memaksimalkan kecerdasan anak. Yang penting, Moms sebagai orang tua layak lebih sabar dan bisa mengecilkan ego supaya anak bisa memaksimalkan apa yang ia senangi.

Pada intinya, dalam menghadapi anak yang getol Oki menggunakan 3 kunci pola asuh yakni membebaskan bereksperimen, mengingatkan akan bahaya dan memberikan arahan.

Nah, itulah cara Oki dalam mendidik anak yang super aktif. Cara tersebut juga bisa Moms adaptasi sendiri untuk menghadapi anak yang aktif seperti Khadeejah. Setiap anak memang punya fase aktifnya masing-masing, jadi Moms pantas tetap semangat, ya!